Halaman

    Social Items

Teknik Ampuh Membersihkan Busi Anda - Membersihkan busi, tepatnya pada unsur kepala (elektroda) dengan sikat kawat atau amplas, mungkin tidak sedikit dilakukan orang. Bahkan telah menjadi kebiasaan lama, dengan tujuan menghilangkan kotoran yang menempel, supaya performa busi pulang normal. Tapi benarkah teknik itu?

Source: autoexpose.org
Sebelum masuk lebih dalam, butuh diketahui kotoran ini sebenarnya ialah karbon yang menempel. Ia terbentuk dan menumpuk seiring pemakaian kendaraan. Penyebabnya beragam, antara beda kendaraan bergerak terus menerus dalam kecepatan rendah, tidak sedikit berhenti terlampau lama, kelistrikan terganggu. Atau adanya kehancuran pada sistem mekanis (injektor bahan bakar, sensor oksigen dan sebagainya).

Jika tumpukannya telah terlalu tebal, kedua elektroda yang sedang di ujung busi sulit membuat percikan listrik. Hasilnya pembakaran dalam ruang silinder menjadi tak sempurna atau bahkan tidak terbentuk sama sekali. Bila telah begini, perlu dilaksanakan pembersihan.

Dikatakan Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, kebiasaan menggosok dengan sikat kawat atau amplas memang bisa menggerus karbon. Namun, kiat ini pun berisiko mengikis elektroda, menyebabkan celah antara dua-duanya melebar. Bila jaraknya semakin jauh, maka faedah busi merasakan penurunan yang dominan  pada tak optimalnya kinerja mesin.

“Turunnya keterampilan kendaraan sangat terasa saat melalui tanjakan. Walau telah ambil ancang-ancang jauh, namun begitu di tengah-tengah tanjakan, tenaganya turun,” jelasnya.

Cara yang direkomendasi, yaitu dengan cairan pembersih berbentuk aerosol. Di samping efektif mencuci karbon, risiko elektroda terkikis dapat terhindar. Meski begitu, tak sembarang produk dapat dipakai. Harus memakai yang tak berisi material metal. Lantaran reaksi kimianya punya efek yang sama layaknya menggunakan sikat kawat atau amplas. Salah satu yang sangat aman ialah brake cleaner.

“Brake cleaner tersebut tidak berisi metal. Fungsinya kan untuk mencuci debu-debu dan saldo kampas yang menempel. Jadi dia tidak mengikis elektroda. Kalau gunakan WD-40, dia berisi metal. Karena kegunaannya kan melunturkan karat,” tuturnya.

Namun, trik ini melulu ampuh diterapkan pada karbon kering. Beda permasalahan bila kotorannya membandel atau telah menjadi kerak yang menempel di elektroda. Penyebabnya banyak. Mulai dari bahan bakar yang masuk berlebihan, hingga ada material asing yang masuk dan melebur sebab terbakar. Sayangnya tak ada teknik yang ampuh guna membersihkannya, empunya kendaraan dianjurkan untuk mengubah busi.

Pembersihan kepala busi dari karbon memang dapat membalikkan performa, tetapi tak sepenuhnya sempurna. Di samping itu, perbuatan ini pun tidak dapat dilakukan terus menerus. Busi dibuat mempunyai masa pakai. Jika telah terlalu lama digunakan, terdapat baiknya diganti.

Source:oto.com

Teknik Ampuh Membersihkan Busi Anda

Teknik Ampuh Membersihkan Busi Anda - Membersihkan busi, tepatnya pada unsur kepala (elektroda) dengan sikat kawat atau amplas, mungkin tidak sedikit dilakukan orang. Bahkan telah menjadi kebiasaan lama, dengan tujuan menghilangkan kotoran yang menempel, supaya performa busi pulang normal. Tapi benarkah teknik itu?

Source: autoexpose.org
Sebelum masuk lebih dalam, butuh diketahui kotoran ini sebenarnya ialah karbon yang menempel. Ia terbentuk dan menumpuk seiring pemakaian kendaraan. Penyebabnya beragam, antara beda kendaraan bergerak terus menerus dalam kecepatan rendah, tidak sedikit berhenti terlampau lama, kelistrikan terganggu. Atau adanya kehancuran pada sistem mekanis (injektor bahan bakar, sensor oksigen dan sebagainya).

Jika tumpukannya telah terlalu tebal, kedua elektroda yang sedang di ujung busi sulit membuat percikan listrik. Hasilnya pembakaran dalam ruang silinder menjadi tak sempurna atau bahkan tidak terbentuk sama sekali. Bila telah begini, perlu dilaksanakan pembersihan.

Dikatakan Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, kebiasaan menggosok dengan sikat kawat atau amplas memang bisa menggerus karbon. Namun, kiat ini pun berisiko mengikis elektroda, menyebabkan celah antara dua-duanya melebar. Bila jaraknya semakin jauh, maka faedah busi merasakan penurunan yang dominan  pada tak optimalnya kinerja mesin.

“Turunnya keterampilan kendaraan sangat terasa saat melalui tanjakan. Walau telah ambil ancang-ancang jauh, namun begitu di tengah-tengah tanjakan, tenaganya turun,” jelasnya.

Cara yang direkomendasi, yaitu dengan cairan pembersih berbentuk aerosol. Di samping efektif mencuci karbon, risiko elektroda terkikis dapat terhindar. Meski begitu, tak sembarang produk dapat dipakai. Harus memakai yang tak berisi material metal. Lantaran reaksi kimianya punya efek yang sama layaknya menggunakan sikat kawat atau amplas. Salah satu yang sangat aman ialah brake cleaner.

“Brake cleaner tersebut tidak berisi metal. Fungsinya kan untuk mencuci debu-debu dan saldo kampas yang menempel. Jadi dia tidak mengikis elektroda. Kalau gunakan WD-40, dia berisi metal. Karena kegunaannya kan melunturkan karat,” tuturnya.

Namun, trik ini melulu ampuh diterapkan pada karbon kering. Beda permasalahan bila kotorannya membandel atau telah menjadi kerak yang menempel di elektroda. Penyebabnya banyak. Mulai dari bahan bakar yang masuk berlebihan, hingga ada material asing yang masuk dan melebur sebab terbakar. Sayangnya tak ada teknik yang ampuh guna membersihkannya, empunya kendaraan dianjurkan untuk mengubah busi.

Pembersihan kepala busi dari karbon memang dapat membalikkan performa, tetapi tak sepenuhnya sempurna. Di samping itu, perbuatan ini pun tidak dapat dilakukan terus menerus. Busi dibuat mempunyai masa pakai. Jika telah terlalu lama digunakan, terdapat baiknya diganti.

Source:oto.com

Subscribe Our Newsletter