Ternyata Emisi C02 Mobil Listrik Lebih Sedikit Ketimbang Mobil Konvensional - AUTO 1203

Halaman

    Social Items

Image: cnnindonesia.com
Ternyata Emisi C02 Mobil Listrik Lebih Sedikit Ketimbang Mobil Konvensional - Salah satu nada kritis mengenai kedatangan era mobil listrik yakni anggapan tidak akan meminimalisir emisi CO2 (karbon dioksida) di udara, karena listrik bikin tenaga baterainya didapatkan dari pembangkit listrik bertenaga batu bara yang umum digunakan tidak sedikit negara. Namun, riset baru menyatakan sebaliknya.

Data dari BloombergNEF (BNEF) mengungkap bahwa dalam konteks pemakaian jangka panjang, walaupun berasal dari batu bara, mobil listrik tetap lebih tidak banyak menghasilkan CO2 ketimbang mobil bermesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE).

Emisi CO2 disebutkan sekitar 40 persen di bawah mobil-mobil ICE buatan 2018. Penelitian menunjukkan perbedaan besar emisi salah satu kedua kelompok mobil itu di anggap dari industri energi yang dapat tergantikan. 

Bahkan di China, negara yang lebih ketergantungan pada pembangkit listrik bertenaga batu bara, mobil listrik disebutkan lebih hijau dibanding ICE dipandang dari segi emisi CO2.

Masih dari data yang sama, ditebak mobil listrik akan menjadi lebih bersih pada masa depan sebab pembangkit listrik bertenaga batu bara semakin ditinggalkan. Seiring perkembangan, pembangkit listrik akan beralih ke sumber energi lain, laksana angin dan cahaya matahari.

Para peneliti menebak China akan menjadi negara termaju atas pergantian sumber energi itu. Tren ini pun diperkirakan akan mengurangi rata-rata emisi sampai 90 persen di Inggris dan lebih dari sepertiga di Jepang pada 2040.

Lihat juga: Kemenperin Genjot Produksi Mobil, Bidik Ekspor ke Australia
Penelitian pun memperkirakan persentase pembangkit listrik dengan sumber tenaga nol emisi CO2 di dunia akan meningkat dari 38 persen pada 2018 sampai 63 persen pada 2040.

Dalam proses tersebut emisi CO2 dari ICE turun 1,9 persen per tahun sampai 2040 dan emisi CO2 dari mobil listrik berkurang antara 3-10 persen masing-masing tahun pada periode yang sama.


"Saat ICE terbit dari jalur produksi, emisi per km dibuat, namun pada mobil listrik bakal turun masing-masing tahun sebab sumber tenaganya semakin bersih," ucap analis transport BNEF, Colin McKerracher, dikabarkan Autocar, Kamis (17/1).

Source:cnnindonesia.com

Ternyata Emisi C02 Mobil Listrik Lebih Sedikit Ketimbang Mobil Konvensional

Image: cnnindonesia.com
Ternyata Emisi C02 Mobil Listrik Lebih Sedikit Ketimbang Mobil Konvensional - Salah satu nada kritis mengenai kedatangan era mobil listrik yakni anggapan tidak akan meminimalisir emisi CO2 (karbon dioksida) di udara, karena listrik bikin tenaga baterainya didapatkan dari pembangkit listrik bertenaga batu bara yang umum digunakan tidak sedikit negara. Namun, riset baru menyatakan sebaliknya.

Data dari BloombergNEF (BNEF) mengungkap bahwa dalam konteks pemakaian jangka panjang, walaupun berasal dari batu bara, mobil listrik tetap lebih tidak banyak menghasilkan CO2 ketimbang mobil bermesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE).

Emisi CO2 disebutkan sekitar 40 persen di bawah mobil-mobil ICE buatan 2018. Penelitian menunjukkan perbedaan besar emisi salah satu kedua kelompok mobil itu di anggap dari industri energi yang dapat tergantikan. 

Bahkan di China, negara yang lebih ketergantungan pada pembangkit listrik bertenaga batu bara, mobil listrik disebutkan lebih hijau dibanding ICE dipandang dari segi emisi CO2.

Masih dari data yang sama, ditebak mobil listrik akan menjadi lebih bersih pada masa depan sebab pembangkit listrik bertenaga batu bara semakin ditinggalkan. Seiring perkembangan, pembangkit listrik akan beralih ke sumber energi lain, laksana angin dan cahaya matahari.

Para peneliti menebak China akan menjadi negara termaju atas pergantian sumber energi itu. Tren ini pun diperkirakan akan mengurangi rata-rata emisi sampai 90 persen di Inggris dan lebih dari sepertiga di Jepang pada 2040.

Lihat juga: Kemenperin Genjot Produksi Mobil, Bidik Ekspor ke Australia
Penelitian pun memperkirakan persentase pembangkit listrik dengan sumber tenaga nol emisi CO2 di dunia akan meningkat dari 38 persen pada 2018 sampai 63 persen pada 2040.

Dalam proses tersebut emisi CO2 dari ICE turun 1,9 persen per tahun sampai 2040 dan emisi CO2 dari mobil listrik berkurang antara 3-10 persen masing-masing tahun pada periode yang sama.


"Saat ICE terbit dari jalur produksi, emisi per km dibuat, namun pada mobil listrik bakal turun masing-masing tahun sebab sumber tenaganya semakin bersih," ucap analis transport BNEF, Colin McKerracher, dikabarkan Autocar, Kamis (17/1).

Source:cnnindonesia.com